NEWS HIGHLIGHT

Friday, 08 June 2018 11:44 wib
MNC Studios International Bakal Produksi 6 Film Tahun Ini

JAKARTA - Perusahaan konten, PT MNC Studios International Tbk (MSIN) akan memproduksi enam film tahun ini. Jumlah ini tidak jauh berbeda dari produksi film tahun lalu. Porsinya akan ditingkatkan menjadi delapan film tahun.

Direktur MNC Studios International Titan Hermawan mengatakan, perusahaan memiliki tiga strategi bisnis dalam memproduksi film. Selain memproduksi sendiri, MNC Studios International juga akan memulai untuk pemberian pembiayaan produksi film atau movie financing.

"Artinya banyak individual produser yang memiliki ide bagus kita akan melakukan approach dan kita menyediakan pola financing untuk produser dari indie produser atau individual produser," kata dia di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat (8/6/2018).

Selanjutnya, perusahaan konten di bawah MNC Group ini juga akan melakukan model bisnis distribusi. Titan mengatakan, perseroan akan memaksimalkan seluruh sumber daya yang dimiliki oleh MNC Grup.

"Nanti itu kita akan lakukan mengingat platform dalam grup cukup banyak ada TV OTT (Over The Top), kedekatan dengan network bioskop juga sangat baik, lalu promosi juga menjadi salah satu kekuatan kita," ujar dia.

Adapun untuk biaya produksi, Titan mengatakan akan tergantung dari tipe film dimana untuk film drama dan action akan berbeda.

Adapun biaya produksi sendiri meliputi biaya promosi jelang penayangan film, sehingga dia belum dapat memastikan biaya produksi per film sebelum film tersebut tayang. Tahun lalu, perseroan berhasil menayangkan empat film.

"Satu film besar bisa sampai Rp15 miliar ya total," kata dia.

Untuk memaksimalkan pendapatan film maka perseroan juga telah bekerjasama dengan pihak-pihak Over The Top (OTT) dengan menjual lisensi film untuk jangka kontrak pada periode tertentu.

"Jadi pada saat kita jual ke OTT atau pihak ketiga dengan sistem lisensi. Itu revenuenya akan terus dapat ke kita," jelas dia.

Bahkan film-film MNC Studios International telah tayang di beberapa negara.

"Ada di Malaysia, ada di Hong Kong juga ada. Sekarang di Myanmar juga mulai ambil dari kita," tukas dia.

 

Sumber: www.okezone.com