EVENTS

Thursday, 12 April 2018 17:10 wib
RCTI Sebagai Official Boradcaster Pialasa Suzuki AFF 2018-2020 Dengan Format Baru

Ajang turnamen terbesar di kawasan Asia Tenggara yakni Piala AFF akan digelar 8 November – 15 Desember 2018 dan RCTI di percaya kembali sebagai Official Broadcaster untuk perhelatan akbar piala AFF 2018 ini. RCTI sendiri sudah mulai menayangkan AFF Suzuki Cup ini mulai sejak tahun 2008 s/d tahun 2016.

Kanti Mirdiati selaku CEO RCTI mengatakan, “RCTI telah menjadi official broadcaster AFF Suzuki Cup sejak tahun 2008 lalu, dan kembali mendapatkan untuk tahun ini hingga tahun 2020 mendatang. Hal ini tentu menjadikan sebagai program spesial 2 tahunan yang sudah melekat dan menjadi bagian dari RCTI. Melalui siaran ini, kami berharap dapat memberikan sajian terbaik dari setiap pertandingan yang akan kami hadirkan kepada pemirsa pecinta sepakbola di Tanah Air, khususnya dalam mendukung Tim Nasional Indonesia di setiap pertandingannya."

Tom Smith, President of Football (Asia) at Lagardère Sports – the exclusive commercial partner of the AFF – mengatakan, “RCTI enjoyed a highly successful run with the 2016 AFF Suzuki Cup. It was the most-watched sports programme of the year in Indonesia, with viewership figures eclipsing that of global sporting events like the UEFA EURO 2016. It was also the second most-watched programme in Indonesia that year, underscoring the passion and excitement that are synonymous with football. Having a strong free-to-air broadcasting partner like RCTI enables us to continue building upon the tournament’s success and maximise the engagement with Indonesia’s vibrant and loyal football supporters (RCTI sangat sukses dengan Piala AFF Suzuki 2016. Ini adalah program olahraga yang paling banyak ditonton tahun itu di Indonesia, dengan angka-angka penonton melampaui acara olahraga global seperti UEFA EURO 2016. Itu juga merupakan program yang paling banyak ditonton kedua di Indonesia tahun itu, mewakili sebuah semangat dan kemeriahan yang identik dengan sepakbola. Memiliki mitra penyiaran free-to-air yang kuat seperti RCTI memungkinkan kami untuk terus membangun keberhasilan turnamen dan memaksimalkan keterlibatan dengan pendukung sepak bola Indonesia yang bersemangat dan setia."

Kompetisi Sepakbola Asia Tenggara ini telah berlangsung sejak tahun 1996 yang telah melahirkan beberapa negara sebagai juara diantaranya Vietnam tahun 1996, Malaysia tahun 2010, Singapore 1998,2006/2007,2012 dan Thailand 2000, 2002, 2014,2016.

President of the ASEAN Football Federation, Yang Mulia Sultan Haji Ahmad Shah, mengatakan, “It is clear the tournament has a winning formula that brings nations and people together in a way that few platforms and events can rival. This year is also a World Cup year which reminds us that regional platforms like the AFF Suzuki Cup are critical pathways which create opportunities to groom football talents and enable them to take the next step up to compete on the global stage (Jelas bahwa turnamen ini memiliki formula kemenangan yang membawa negara-negara dan masyarakat bersama-sama dengan cara yang beberapa platform dan acara dapat saingi. Tahun ini juga merupakan tahun Piala Dunia yang mengingatkan kita bahwa platform regional seperti AFF Suzuki Cup adalah jalur penting yang menciptakan peluang untuk mengasah bakat sepakbola dan memungkinkan mereka untuk mengambil langkah berikutnya untuk bersaing di panggung global).”

Pada AFF Suzuki Cup 2018 ini diterapkan sebuah format baru, Setiap grup diisi 5 negara dengan sistem kandang tandang setengah kompetisi dimana 9 dari 11 tim negara Asia Tenggara dengan peringkat tertinggi di AFF Cup 2016 secara otomatis lolos ke fase group, sementara peringkat 10 dan peringkat 11 akan di adu dalam laga kandang dan tandang untuk memperebutkan 1 slot kosong.  Seperti diketahui pada Piala AFF 2016, babak penyisihan grup digelar di dua negara sebagai tuan rumah, baru pada babak semifinal dan final digelar dengan sistem kandang tandang.

Adapun 9 negara yang telah lolos untuk bisa mengikuti piala AFF ini, diantaranya Indonesia, Thailand, Malaysia, Myanmar, Vietnam, Kamboja, Laos, Singapura, dan Filipina. Kemudian yang akan memperebutkan slot 10 adalah Brunei Darusalam dan Timor Leste yang akan bertanding terlebih dahulu pada pertandingan kandang dan tandang yang akan dilakukan pada 3 dan 11 September 2018. 10 Tim yang  sudah berhasil lolos akan dibagi dalam 2 group berisikan masing-masing 5 negara dan akan saling bertemu dengan sistem kandang dan tandang. dengan begitu, tidak akan lagi dimainkan di dua negara tuan rumah seperti pada tahun tahun sebelumnya.

Piala AFF 2018 ini menjadi agenda dan bidikan utama squad asuhan Luis Milla pada 2018 selain Sea Games, dikarenakan Indonesia sampai saat ini hanya mampu menjadi Runner up di tahun 2000, 2002, 2004 2010 dan 2016 yang di kalahkan oleh Thailand dengan agregat 3-2. Jika dapat memenangkan piala AFF ini akan menjadi kemajuan besar bagi Timnas Indonesia di bawah asuhan Luis Milla.

Pada Maret lalu pembagian pot Piala AFF telah dilaksanakan. Pot tersebut untuk memperlihatkan tim yang diunggulkan pada pembagian grup yang akan di helat  pada bulan Mei 2018 nanti. Indonesia sendiri masuk pada pot ke dua bersama negara serumpun yaitu Malaysia. Ini hasil pot pada Maret lalu. Pot 1: Thailand dan Vietnam, Pot 2: Indonesia dan Malaysia, Pot 3: Filipina dan Myanmar, Pot 4: Singapura dan Kamboja, Pot 5: laos dan Brunei Darussalam/ Timor Leste. Nantinya akan diundi kembali dan akan dibagi menjadi dua grup, setiap pot akan di isi salah satu dari negara yang ada di dalam pot masing-masing. Seperti di pot 2 dipastikan Indonesia dan Malaysia tidak berada dalam satu grup yang sama.

Ini adalah negara-negara yang berpartisipasi dalam Piala Suzuki AFF  2018 :

  1. Brunei Darussalam
  2. Kamboja
  3. Indonesia
  4. Laos
  5. Malaysia
  6. Myanmar
  7. Philipina
  8. Singapura
  9. Timor leste
  10. Thailand
  11. Vietnam

 

Sumber: www.rcti.tv