Hary Tanoesoedibjo - Komisaris Utama

Hary Tanoesoedibjo

Warga Negara Indonesia, lahir di Surabaya pada tahun 1965. Hary Tanoesoedibjo menjabat sebagai Komisaris Utama PT Media Nusantara Citra Tbk sejak tanggal 30 September 2016, berdasarkan keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan, yang ditetapkan dalam Akta Pernyataan Keputusan Rapat No. 70 tanggal 30 September 2016.

Beliau memperoleh gelar Bachelor of Commerce (Honours) dari Carleton University, Ottawa, Kanada pada 1988, dan MBA dari Ottawa University, Kanada pada 1989.

Beliau adalah pendiri, sekaligus pemegang saham pengendali dan Executive Chairman MNC Group, yang
memfokuskan kegiatan bisnisnya pada tiga bidang usaha: Media, Layanan Keuangan, dan Properti Gaya Hidup.

Beliau secara langsung mengawasi PT Global Mediacom Tbk, grup media terbesar dan paling terintegrasi di Asia Tenggara. Global Mediacom adalah perusahaan induk dari PT Media Nusantara Citra Tbk atau MNC yang memiliki 4 televisi FTA nasional: RCTI, MNCTV, GTV, iNews, portal terbesar Okezone.com, Sindonews.com, dan iNews.id serta berbagai platform digital termasuk layanan streaming ternama, RCTI+. MNC juga merupakan produser konten terkemuka yang memiliki pustaka konten dan manajemen bakat terbesar (www.mnc.co.id).

Global Mediacom juga merupakan perusahaan induk dari PT MNC Vision Networks Tbk (MVN), provider TV berlangganan terbesar melalui MNC Vision dan K-Vision, serta operator IPTV dan broadband terbesar ketiga, MNC Play. MVN juga mengoperasikan layanan OTT terbesar yang disebut Vision+ (www.mncvisionnetworks.com).

Pada sektor jasa keuangan, beliau mengawasi PT MNC Kapital Indonesia Tbk, perusahaan induk bidang finansial yang memiliki sejumlah anak perusahaan di sektor keuangan: yaitu MNC Bank, MNC Life, MNC Insurance, MNC Finance, MNC Leasing, MNC Sekuritas, MNC Asset Management, dan SPIN (Smart Payment Indonesia), sebuah financial technology platform di bidang e-money, e-wallet dan pengiriman uang digital (www.mncfinancialservices.com).

Grup terakhir yang beliau awasi adalah PT MNC Land Tbk, perusahaan induk dari beberapa anak perusahaan yang fokus dalam pengembangan properti gaya hidup dan perhotelan. Portofolionya mencakup beberapa gedung perkantoran dan hotel di Jakarta & Surabaya serta proyek hiburan & gaya hidup paling bergengsi di Indonesia, seperti MNC Lido City, MNC Bali Resort, Park Hyatt Jakarta, dan The Westin Resort & Convention Center di Bali (www.mncland.com).

Selain itu beliau juga menjabat sebagai Ketua Federasi Futsal Indonesia (FFI) dan Asosiasi Billiard Indonesia (POBSI).

Sebagai wirausahawan terkemuka, beliau secara aktif berinteraksi dengan pemerintah dan parlemen terkait kegiatan ekonomi dan secara rutin menjadi pembicara pada berbagai media events nasional dan internasional, serta memberikan kuliah umum kewirausahaan dan manajemen di ratusan universitas di seluruh Indonesia.

Syafril Nasution - Komisaris

Syafril Nasution

Warga Negara Indonesia, lahir pada tahun 1961, Syafril Nasution di percaya sebagai Komisaris sejak tanggal 20 Desember 2018 yang ditetapkan dalam Akta Pernyataan Keputusan Rapat No. 57 tanggal 20 Desember 2018. Dari tahun 2009, beliau menjabat sebagai Direktur Corporate Affairs PT Rajawali Citra Televisi Indonesia dan menjabat Direktur Corporate Secretary MNC Group dari tahun 2016. Beliau juga menjadi Komisaris PT Cipta Televisi Pendidikan Indonesia (MNCTV) sejak tahun 2014.

Sebelumnya, beliau pernah menjabat sebagai Direktur Utama PT MNC Okezone Network pada tahun 2017- 2018, Direktur Utama PT MNC Infrastruktur Utama (2013-2014), Direktur PT MNC Tol Investama (2013-2015), Direktur Utama PT Indonesia Transport & Infrastructure Tbk (2009-2016), Direktur Utama PT Sun Televisi Networks (saat ini bernama PT MNC Televisi Network atau iNewsTV) (2010-2013), Direktur Utama PT Hikmat Makna Aksara (2009-2011), Wakil Direktur Utama PT Media Nusantara Informasi (2008), Direktur Utama PT Media Nusantara Press (2008-2009), serta pernah menjabat sebagai Direktur Komersil PT Multi Nirotama Kimiadan Direktur Utama PT Bima Sepaja Abadi.

Selain menduduki berbagai posisi penting di perusahaan-perusahaan tersebut, beliau juga terlibat aktif dalam berbagai organisasi, seperti Federasi Futsal Indonesia (FFI) sebagai Wakil Ketua sejak 2014. Pada tahun 2015 hingga November 2019 Beliau menjabat sebagai Wakil Ketua Asosiasi Televisi Swasta Indonesia (ATVSI). Dan pada November 2019 hingga saat ini Beliau menjabat sebagai Ketua Umum ATVSI. Beliau pernah menjabat sebagai Wakil Ketua Indonesian National Air Carriers Association (INACA) (2009-2010), Ketua Bidang Penerbangan Berjadwal untuk Indonesian National Air Carriers Association (INACA) (2011-2013) dan Ketua 1 Yayasan Jalinan Kasih sejak 2016 sampai sekarang.

Beliau memperoleh gelar sarjana Ekonomi pada tahun 1998 dari Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Perbanas (STIE Perbanas).

Beliau tidak memiliki hubungan afiliasi dengan anggota Dewan Komisaris dan anggota Direksi lainnya.

M. Alfan Baharudin - Komisaris Independen

M. Alfan Baharudin

Warga Negara Indonesia, lahir pada 30 Mei 1957. Muhammad Alfan Baharudin menjabat sebagai Komisaris Independen Perseroan sejak 20 Desember 2018. Keputusan pengangkatan tersebut tercatat pada Akta Pernyataan Keputusan Rapat No. 57 tanggal 20 Desember 2018.
 
Beliau menyelesaikan pendidikan di Akademi Angkatan Laut jurusan Korps Marinir pada tahun 1981, Kursus Staf Tempur TNI Angkatan Darat di Bandung pada tahun 1987, Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (SESKOAD) pada tahun 1996, Sekolah Staf dan Komando TNI (SESKOTNI) pada tahun 2002 serta menyelesaikan LEMHANAS pada tahun 2005.

Beliau pernah menjabat sebagai Komandan Batalyon Infanteri 2 Korps Marinir dengan pangkat Letnan Kolonel pada tahun 1998, Komandan Brigade Infanteri-2 Korps Marinir dengan pangkat Kolonel pada tahun 2003. Pada tahun 2006, beliau ditugaskan sebagai Wakil Komandan Pasukan Pengamanan Presiden dengan pangkat Brigadir Jenderal dan pada tahun 2009 sebagai Komandan Korps Marinir dengan pangkat Mayor Jenderal. Beliau mengakhiri karier militer dengan pangkat Letnan Jenderal pada pada jabatan Kepala BASARNAS pada tahun 2014.

Beliau tidak memiliki hubungan afiliasi dengan anggota Dewan Komisaris dan anggota Direksi lainnya.