Komite Audit dibentuk oleh Dewan Komisaris Perseroan dan guna mencapai hasil kerja Komite Audit secara efisien dan efektif, Perseroan telah menyusun dan mengesahkan pedoman kerja dalam bentuk Piagam Komite Audit (Audit Commitee Charter).

Komposisi dan Profil Komite Audit

Komite Audit diketuai oleh Komisaris Independen dan terdiri dari pihak-pihak independen sejak 01 Januari 2022, sebagai berikut:

Jabatan Nama
Ketua Joel Richard Hogarth
Anggota Mohamed Idwan Ganie
Anggota Agus Mulyanto

JOEL RICHARD HOGARTH

Warga Negara Inggris, lahir pada tahun 1976. Joel Richard Hogarth menjabat sebagai Komisaris Independen PT Media Nusantara Citra Tbk sejak 26 Agustus 2020, yang diputuskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Perseroan dan dinyatakan dalam Akta Pernyataan Keputusan Rapat No. 105 tanggal 26 Agustus 2020. Saat ini, beliau juga menjabat sebagai Founder dan Managing Director di Eliot & Luther Strategic Advisory (April 2020-sekarang).
Sebelumnya, beliau pernah menjabat sebagai Group CEO di Reliance Capital (2018-2019), Director dari PT Borelli Walsh (2017-2018), Partner dari Ashurst LLP (2014-2016), Partner dari O’Melveny & Myers LLP (2009-2014) dan Legal Counsel dari White & Case LLP (2000-2009).
Beliau memperoleh gelar Master of Arts in Law, Clare College, Cambridge, pada tahun 2002.
Beliau tidak memiliki hubungan afiliasi dengan anggota Dewan Komisaris dan anggota Direksi lainnya.

MOHAMED IDWAN GANIE

Warga Negara Indonesia lahir pada tahun 1955.
Beliau menjabat sebagai Komisaris Independen PT Global Mediacom Tbk sejak tanggal 19 Juni 2006, yang diputuskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan tanggal 19 Juni 2006 dan dinyatakan dalam Akta Pernyataan Rapat No. 73 tanggal 19 Juni 2006. Beliau memiliki izin advokat/pengacara dan konsultan hukum. Saat ini, beliau juga menjabat sebagai Managing Partner di firma hukum Lubis, Ganie dan Surowidjojo (LGS).
Beliau lulus dari Fakultas Hukum Universitas Indonesia dan memperoleh gelar PhD dalam hukum dari University of Hamburg, Jerman.
Beliau juga berperan sebagai Ketua Perhimpunan Konsultan Hukum Persaingan Usaha (PERKUMPUS), dan Ketua Badan Arbitrasi Keolahragaan Indonesia (BAKI).
Beliau adalah Arbiter di Singapore International Arbitration Centre (SIAC), The Kuala Lumpur Regional Centre for Arbitration (KLRCA) dan Court of Arbitration for Sport (CAS) yang berbasis di Lausanne.
Beliau seorang anggota (FSIArb) di Singapore Institute of Arbitrators dan juga anggota Perhimpunan Advokat Indonesia (PERADI), The Asia Pacific Bar Association, Law Council of Australia, Himpunan Konsultan Hukum Pasar Modal Indonesia serta Asosiasi Arbitrase Internasional.
Beliau terdaftar di Perhimpunan Advokat Indonesia dan memiliki lisensi sebagai Pengacara Pasar Modal, dan adalah dosen senior Fakultas Hukum, Universitas Indonesia serta anggota Global Leadership Board of the US-Asia Institute di Washington DC.
Selama 2 tahun berturut-turut (2010-2011), sebagai penghargaan atas kepakarannya dalam penyelesaian sengketa, beliau terpilih sebagai salah satu dari 100 pengacara terbaik di dunia oleh Lawyer Monthly Magazine di London.
Sejak tahun 2016, beliau telah mengikuti seminar atau kongres sebagai berikut:
1. Convergence of Asian Business Laws Conference in Singapore;
2. In-house Congress in Jakarta;
3. PKPA-Legal Opinion in Jakarta
4. CIArb Singapore Centenary Conference in Singapore;
5. Asia Pacific International Arbitration Conference in Bali
6. 4th Annual Kluwer Law-Indonesia & SE Asia International Arbitration Summit in Jakarta;
7. SIAC Jakarta Conference-SIAC New Rules;

Selama tahun 2019, beliau telah mengikuti seminar atau congress kongres sebagai berikut:
1. Himpunan Konsultan Hukum Pasar Modal (HKHPM) di Jakarta;
2. Singapore International Arbitration Centre (SIAC) Jakarta Conference di Jakarta;
3. Pusat Arbitrase dan Mediasi Indonesia (PPAMI) di Jakarta;
4. Badan Arbitrase Nasional Indonesia di Jakarta;
5. Geneva Group International (GGI) Asia Pacific Konferensi Regional GGI Asia-Pasific didi Bali.

AGUS MULYANTO

Warga Negara Indonesia, Lahir di Surabaya pada tahun 1948.
Beliau meraih Doctorate of Philosophy in Telecommunication Engineering pada tahun 1982 dan Master of Science degree in Telecommunication Engineering with a Minor in Business Management dari University of Wisconsin, Madison, USA pada tahun 1978. Selain itu beliau meraih gelar Master in Telecommunication dari Institut Teknologi Bandung pada tahun 1976 dan Sarjana Teknik Elektro jurusan Telekomunikasi dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember pada tahun 1971. Beliau memiliki pengalaman 30 tahun di bisnis media penyiaran dan televisi berlangganan. Sebelumnya beliau pernah menjabat sebagai Direktur Utama, Senior Executive dan anggota Dewan Direksi PT Surya Citra Televisi (1989-2003), Komisaris (2004 - 2007) danDirektur (2009-2014) di PT Media Nusantara Citra Tbk, Direktur Utama PT Nusantara Vision (2007-2008), Komisaris PT Cipta Televisi Pendidikan Indonesia (2009-2013), Komisaris PT MNC Sky Vision Tbk (2009-2012), Direktur Utama PT Media Citra Indostar (2007-2013), Direktur PT Media Nusantara Citra Tbk (2009-2014). Saat ini beliau juga menjabat sebagai Komisaris di PT MNC Kabel Mediakom, PT Infokom Elektrindo (2015-sekarang).

Tugas dan Tanggung Jawab Komite Audit


Membantu Dewan Komisaris untuk menjalankan fungsi pengawasan di Perseroan, Komite Audit mengemban sejumlah tanggung jawab, yang secara garis besar tercantum dalam Piagam Komite Audit sebagai berikut:
1. Melakukan penelahaan atas informasi keuangan yang akan dikeluarkan Perseroan kepada publik dan/atau pihak
    otoritas, antara lain laporan keuangan, proyeksi dan laporan lainnya terkait dengan informasi keuangan
    Perseroan.
2. Melakukan penelaahan atas ketaatan terhadap peraturan perundang-undangan yang berhubungan dengan
    kegiatan Perseroan.
3. Memberikan pendapat independen dalam hal terjadi perbedaan pendapat antara manajemen dan Akuntan Publik
    atas jasa yang diberikannya.
4. Memberikan rekomendasi kepada Dewan Komisaris mengenai penunjukan Akuntan Publik yang didasarkan pada
    independensi, ruang lingkup penugasan dan fee.
5. Melakukan penelaahan atas pelaksanaan pemeriksaan oleh Auditor Internal dan mengawasi pelaksanaan tindak 
    lanjut oleh Direksi atas temuan Auditor Internal.
6. Melakukan penelaahan terhadap aktivitas pelaksanaan manajemen risiko yang dilakukan oleh Direksi, jika
    Perseroan tidak memiliki fungsi pemantau risiko di bawah Dewan Komisaris.
7. Menelaah pengaduan yang berkaitan dengan proses akuntansi dan pelaporan keuangan Perseroan.
8. Menelaah dan memberikan saran kepada Dewan Komisaris terkait dengan adanya potensi benturan kepentingan
    Perseroan.
9. Menjaga kerahasiaan dokumen, data, dan informasi Perseroan.

Wewenang Komite Audit


Dalam melaksanakan tugasnya, Komite Audit mempunyai wewenang sebagai berikut:
1. Mengakses dokumen, data, dan informasi Perseroan tentang karyawan, dana, aset, dan sumber daya Perseroan
    yang diperlukan.
2. Berkomunikasi langsung dengan karyawan, termasuk Direksi dan pihak yang menjalankan fungsi audit internal,
    manajemen risiko, dan Akuntan Publik terkait tugas dan tanggung jawab Komite Audit.
3. Melibatkan pihak independen di luar anggota Komite Audit yang diperlukan untuk membantu pelaksanaan
    tugasnya(jika diperlukan).
4. Melakukan kewenangan lain yang diberikan oleh Dewan Komisaris.

Pelaksanaan Kegiatan Komite Audit


Sesuai dengan Piagam Komite Audit Perseroan, pelaksanaan kegiatan Komite Audit pada tahun 2019 adalah sebagai berikut:
1. Komite Audit melakukan penelaahan atas Laporan Keuangan Konsolidasian untuk Tahun Buku 2019 yang telah diaudit oleh Auditor Eksternal, Kantor Akuntan Publik Kanaka Puradiredja, Suhartono (KPS) dan Rekan. Pembahasan terhadap Laporan Keuangan Konsolidasian mencakup dampak implementasi PSAK dan ISAK yang berlaku efektif tahun 2019. Auditor Eksternal bersama sama dengan Komite Audit juga melakukan pembahasan perihal pertimbangan kritis akuntansi pada anak perusahaan, estimasi akuntansi signifikan, kasus hukum, serta isu dan transaksi signifikan di tahun terkait. Laporan Keuangan Konsolidasian Audit telah terbit dengan opini wajar tanpa pengecualian. Atas perikatan audit yang dilakukan dengan Auditor Eksternal, Komite Audit berpendapat bahwa proses audit dilakukan dengan tingkat integritas dan profesionalisme yang tinggi sehingga tidak ada alasan untuk mempercayai adanya benturan kepentingan yang dapat mempengaruhi independensi dari pihak Auditor. Komite Audit juga melakukan penelaahan atas aktivitas operasional dan kondisi keuangan Perseroan yang tercermin dalam Laporan Keuangan Konsolidasian kuartal I, II, III dan IV di tahun berjalan.
2. Komite Audit melakukan penelahaan atas aktivitas legal yang mencakup ketaatan Perseroan terhadap peraturan perundangan yang berlaku termasuk ketaatan penyampaian atas keterbukaan informasi kepada badan regulasi pasar modal. Komite Audit juga melakukan pembahasan atas proses litigasi Perseroan baik yang baru muncul di tahun berjalan maupun perkembangan kasus yang muncul dari tahun sebelumnya.
3. Komite Audit melakukan penelaahan atas aktivitas audit internal tahun 2019, serta pelaksanaan tindak lanjut atas temuan yang dilakukan oleh Unit Audit Internal. Aktivitas audit yang dilakukan Unit Audit Internal sampai dengan kuartal IV tahun 2019 dikelompokkan berdasarkan penugasan per lini usaha.
4. Komite Audit melakukan penelaahan atas efektifitas risk assessment, Whistleblowing System (WBS) dan Compliance & Control Self Assesment (CCSA).
5. Komite Audit menelaah pengaduan yang berkaitan dengan proses akuntansi dan pelaporan keuangan Perseroan.
6. Komite Audit telah menjaga kerahasiaan dokumen, data, dan informasi Perseroan.

Rapat Komite Audit


Rapat Komite Audit dilaksanakan sebanyak 7 kali, yaitu pada bulan Maret, April, Juni, September, Oktober dan Desember (2 (dua) kali rapat) sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku dan Piagam Komite Audit Perseroan, yang menyebutkan pelaksanaan rapat Komite Audit dilakukan secara berkala paling sedikit 1 (satu) kali dalam 3 (tiga) bulan. 
Seluruh rapat dituangkan dalam risalah rapat yang ditandatangani oleh seluruh anggota Komite Audit dan disampaikan kepada Dewan Komisaris.